News Update :

Pilar - Pilar Utama Menjadi Wisudawan Profesional

Senin, 30 Januari 2012


Tantangan global ke depan sangatlah ketat. Namun begitu, Alumni UII tidak sepatutnyaminder, bahkan sebaliknya, harus bangga sebab saat ini telah masuk era pendidikan yang meniadakan dikotomi perguruan tinggi negeri maupun swasta. Hal ini pun seiring dengan kultur dunia kerja yang tidak lagi mempertanyakan latar belakang perguruan tinggi melainkan kompetensi dan profesionalisme. Ini yang perlu dikembangkan. Demikian disampaikan Wakil Alumnus UII Drs. Sutanto, MBA mengawali sambutannya di hadapan wisudawan UII yang baru saja dilantik, Sabtu (28/1).
Setelah prosesi wisuda ini, sedikitnya ada tiga pilihan yang harus segera diambil keputusan, menurut Alumnus Jurusan Ekonomi Perusahaan Fakultas Ekonomi UII tahun 1981 ini. Ketiga hal itu yakni keinginan untuk melanjutkan studi, bekerja, atau membuka usaha sendiri (wiraswasta, konsultan, atau lain sebagainya).
“Keputusan memilih di antara pilihan-pilihan tersebut, tergantung pada Purpose, Talent, Value, dan Vision masing-masing pribadi. Jadi menetapkan apa tujuan (purpose) hidup mengidentifikasi kompetensi (talent) yang dimiliki dan mau mengembangkannya, menggali dan memperkuat nilai (value), dan gambaran vision yang jelas akan menentukan pilihan yang akan kita ambil hari ini. Perlu diingat, apapun keputusan yang akan diambil, tentu akan ada tantangan (challenges) dan kesempatan - kesempatan (opportunities) masing-masing”terang pria yang kini masih aktif menjabat Direktur Enterprise Risk Management di Jakarta.
Di tengah ketatnya persaingan global ini, pihaknya berharap agar para wisudawan benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. “Guna memenangkannya, butuh pengetahuan (Knowledge), keahlian (Skill) dan sikap (Attitude) yang baik. Persiapkan dengan baik ketiga hal tersebut sesuai dengan job requirement yang akan anda pilih”amanahnya.
Selain itu, pria yang juga lulusan Drake University, Desmoines, Iowa, USA pada bidang ilmu Manajemen ini menegaskan, guna menjadi insan profesional dibutuhkan juga keterampilan (softskill) yang tinggi, seperti kepemimpinan (Leadership), Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient atau EQ) dan Kecerdasan Sosial (Spiritual Quotient atau SQ). “Pada prinsipnya, semuanya itu adalah upaya  membangun kepercayaan (Trust). Jika diri sendiri, perusahaan dan komunitas sudah terbangun Trust terhadap Saudara maka jalan untuk mencapai sukses dalam karir akan semakin terbuka”tegasnya.  
Drs. Sutanto, MBA juga memberikan gambaran alternatif lain pada wisudawan yakni sebagai Pengusaha. Dirinya mengajak untuk merubah paradigma bahwa menciptakan pekerjaan sendiri jauh lebih baik daripada mencari pekerjaan . “Tentunya hal ini sangat tidak gampang, tapi yang kita perlukan adalah mengubah mindset terlebih dahulu, yaitu dari pola pikir pekerja menjadi pola pikir pengusaha (entrepreneurship), keluar dari daerah kenyamanan dan menjadi lebih berani mengambil risiko”tandasnya.
Menurutnya, pengetahuan pikiran, upaya keras, dan  keuletan (mental toughness) merupakan modal dasar yang terpenting guna menjadi pengusaha. “Jika sudah memilikinya, kita yakin lambat laun pasti bisa berhasil”sebutnya yakin.
Dirinya berharap, bahwa alumnus UII ke depan dapat menjadi 'pemain' aktif dalam menumbuhkembangkan pembangunan ekonomi Indonesia bukan hanya sebagai 'penonton' saja. ”Yakinlah bahwa dengan menyandang alumni UII, saudara mempunyai nilai, kompetensi, dan warna lebih spesifik yang dapat dijadikan modal dalam persaingan ke depan. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya tokoh-tokoh baik nasional maupun korporasi yang merupakan alumni UII”pungkas pria kelahiran kota Malang ini.
Tantangan global ke depan sangatlah ketat. Namun begitu, Alumni UII tidak sepatutnya minder, bahkan sebaliknya, harus bangga sebab saat ini telah masuk era pendidikan yang meniadakan dikotomi perguruan tinggi negeri maupun swasta. Hal ini pun seiring dengan kultur dunia kerja yang tidak lagi mempertanyakan latar belakang perguruan tinggi melainkan kompetensi dan profesionalisme. Ini yang perlu dikembangkan. Demikian disampaikan Wakil Alumnus UII Drs. Sutanto, MBA mengawali sambutannya di hadapan wisudawan UII yang baru saja dilantik, Sabtu (28/1).

Setelah prosesi wisuda ini, sedikitnya ada tiga pilihan yang harus segera diambil keputusan, menurut Alumnus Jurusan Ekonomi Perusahaan Fakultas Ekonomi UII tahun 1981 ini. Ketiga hal itu yakni keinginan untuk melanjutkan studi, bekerja, atau membuka usaha sendiri (wiraswasta, konsultan, atau lain sebagainya).

“Keputusan memilih di antara pilihan-pilihan tersebut, tergantung pada Purpose, Talent, Value, dan Vision masing-masing pribadi. Jadi menetapkan apa tujuan (purpose) hidup mengidentifikasi kompetensi (talent) yang dimiliki dan mau mengembangkannya, menggali dan memperkuat nilai (value), dan gambaran vision yang jelas akan menentukan pilihan yang akan kita ambil hari ini. Perlu diingat, apapun keputusan yang akan diambil, tentu akan ada tantangan (challenges) dan kesempatan - kesempatan (opportunities) masing-masing”terang pria yang kini masih aktif menjabat Direktur Enterprise Risk Management di Jakarta.

Di tengah ketatnya persaingan global ini, pihaknya berharap agar para wisudawan benar-benar mempersiapkan diri dengan baik. “Guna memenangkannya, butuh pengetahuan (Knowledge), keahlian (Skill) dan sikap (Attitude) yang baik. Persiapkan dengan baik ketiga hal tersebut sesuai dengan job requirement yang akan anda pilih”amanahnya.

Selain itu, pria yang juga lulusan Drake University, Desmoines, Iowa, USA pada bidang ilmu Manajemen ini menegaskan, guna menjadi insan profesional dibutuhkan juga keterampilan (softskill) yang tinggi, seperti kepemimpinan (Leadership), Kecerdasan Emosional (Emotional Quotient atau EQ) dan Kecerdasan Sosial (Spiritual Quotient atau SQ). “Pada prinsipnya, semuanya itu adalah upaya  membangun kepercayaan (Trust). Jika diri sendiri, perusahaan dan komunitas sudah terbangun Trust terhadap Saudara maka jalan untuk mencapai sukses dalam karir akan semakin terbuka”tegasnya. 

Drs. Sutanto, MBA juga memberikan gambaran alternatif lain pada wisudawan yakni sebagai Pengusaha. Dirinya mengajak untuk merubah paradigma bahwa menciptakan pekerjaan sendiri jauh lebih baik daripada mencari pekerjaan . “Tentunya hal ini sangat tidak gampang, tapi yang kita perlukan adalah mengubah mindset terlebih dahulu, yaitu dari pola pikir pekerja menjadi pola pikir pengusaha (entrepreneurship), keluar dari daerah kenyamanan dan menjadi lebih berani mengambil risiko”tandasnya.

Menurutnya, pengetahuan pikiran, upaya keras, dan  keuletan (mental toughness) merupakan modal dasar yang terpenting guna menjadi pengusaha. “Jika sudah memilikinya, kita yakin lambat laun pasti bisa berhasil”sebutnya yakin.

Dirinya berharap, bahwa alumnus UII ke depan dapat menjadi 'pemain' aktif dalam menumbuhkembangkan pembangunan ekonomi Indonesia bukan hanya sebagai 'penonton' saja. ”Yakinlah bahwa dengan menyandang alumni UII, saudara mempunyai nilai, kompetensi, dan warna lebih spesifik yang dapat dijadikan modal dalam persaingan ke depan. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya tokoh-tokoh baik nasional maupun korporasi yang merupakan alumni UII”pungkas pria kelahiran kota Malang ini.

Share this Article on :

0 komentar:

Posting Komentar

 

© Copyright info wisuda 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.